Potensi Wisata Dan Ekonomi Di Sumbar Cukup Besar

Jakarta -
Sumatera Barat dikenal sebagai daerah dengan potensi pariwisata dan perekonomiannya. Dari sisi potensi ekonomi, Pemimpin BNI Wilayah Padang, Rahmad Hidayat mengatakan, potensi ekonomi di Sumbar cukup besar sehingga bisnis kredit segmen kecil dan menengah sangat potensial berkembang. Tahun 2017 pembiayaan melalui KUR di Sumbar ditargetkan sanggup mencapai Rp 420 miliar.
Sementara kredit untuk Sumbar, Riau, Kepri, dan sebagian Kerinci ditargetkan mencapai Rp 8 triliun atau tumbuh 22%. Potensi terbesar ada di Riau alasannya ialah kantor cabang biasanya hanya menawarkan pelayanan. Namun kedepannya juga akan diperkuat secara bisnis, baik kredit ataupun DPK. "Kontribusi Sumbar masih kecil dalam kredit. Namun di sini ada potensi kelapa sawit seluas lebih dari 2 juta hektare yang belum tersentuh. Selain itu, juga banyak korporasi-korporasi besar di Sumbar" ujar Rahmad dalam kesempatan sama.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, Rini Soemarno menyatakan, sinergi BUMN yang terkait pengembangan pariwisata di tanah air, siap untuk ikut menyumbang angka kunjungan wisatawan asing.
Rini didampingi Gubernur Sumatera Barat, Prof.Ir.H.Irwan Prayitno mengunjungi Kota Bukittinggi dalam rangkaian kunjungan kerjanya untuk melihat potensi wisata Bukittinggi. Selain itu, juga dibicarakan rencana reaktivasi seluruh jalur kereta api yang ada di Sumatera Barat termasuk di Bukittinggi.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Rini Soemarno mengatakan, pihaknya ingin meningkatkan saluran wisatawan ke Bukittinggi. Saat ini saluran kendaraan semakin sulit alasannya ialah kemacetan terus terjadi. Dikhawatirkan minat pengunjung berkurang alasannya ialah jarak tempuh yang semakin lama, khususnya di ekspresi dominan liburan. "Musim Idulfitri sanggup 8 (delapan) jam menuju Bukittinggi. Kita tidak ingin minat wisatawan menurun. Kota ini merupakan kota sejarah dan sering didatangi banyak wisatawan sehingga harus dibentuk senyaman dan seindah mungkin. Kami lihat ada potensi dari jalur rel KAI untuk dihidupkan lagi," ujar Rini kemarin di Bukittinggi, Sumatera Barat.
Dia mengaku akan mendorong pengaktifan kembali jalur kereta api dari Kayu Tanam-Padang Panjang -Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) sanggup final maksimal pada 2018. Dirinya akan membicarakan rencana ini ke Kementerian Perhubungan. Dia juga akan dorong semoga PT KAI mempelajari bagaimana upaya reaktivasi ini dan mengharapkan kontribusi kepala daerah setempat. "Anggaran BUMN dari perbankan dan dibantu yang lainnya juga. Sedangkan untuk jalur rel memakai anggaran Kemenhub alasannya ialah punya negara," katanya.
Dia juga meninjau lahan aset PT KAI di Bukittinggi dan perkembangan realisasi aktivitas BUMN Hadir untuk Negeri di objek wisata Taman Panorama dan Lobang Jepang. Rini menilai Sumbar mempunyai banyak destinasi wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan. Di samping mendorong reaktivasi jalur kereta api, ia juga mendorong BUMN yang beroperasi di daerah itu melakukan aktivitas guna mendukung pariwisata, menyerupai pembangunan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) dan rumah tinggal (homestay)."Kita bantu dalam revitalisasi pedagang di daerah Panorama, Padang, dan Kelok Sembilan sehingga sanggup lebih rapi. Nanti Patrajasa akan bangkit hotel di Bukittinggi. Kami juga akan bangkit homestay yang dikelola oleh masyarakat supaya menempel dengan nilai budayanya," katanya."
Belum ada Komentar untuk "Potensi Wisata Dan Ekonomi Di Sumbar Cukup Besar"
Posting Komentar