Klhk: 85 Persen Karhutla Terjadi Di Perkebunan
Ilustrasi (Wisma Putra/detikcom)Jakarta -Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan, 85 persen kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di area yang dikelola atau akan dikelola untuk kepentingan bisnis perkebunan. Data tersebut merupakan hasil survei internal pihak KLHK.
"Apakah kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia alasannya alam atau manusia? 99 persen alasannya manusia. Disengaja atau tidak? 90 persen disengaja. Ini kemauan sendiri atau disuruh? Dari survei kami, 80 persen alasannya diperintah orang. Kalau disuruh orang, untuk kebun atau tani? Survei kami 85 persen untuk perkebunan," kata Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Ruandha Agung Sugardiman dalam program Focus Group Discussion (FGD) Divisi Humas Polisi Republik Indonesia di Hotel Amarossa, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019).
Ruandha menuturkan, dalam proses penanggulangan peristiwa karhutla, pemerintah merogoh biaya pemadaman sekitar Rp 1 triliun.
Dalam jangka panjang, negara kehilangan warisan untuk lahan dan hutan untuk generasi mendatang alasannya lahan gambut yang sifatnya subur menjadi rusak.
"Hutan kita, warisan ke generasi mendatang hilang. Gambut yang menjadi komoditas kita rusak. Hal ini dapat kita reduksi jikalau kita cegah," ujar Lilik.
Menurut dia, kunci pencegahan terletak pada sinergi pihak-pihak terkait untuk menyadari ancaman karhutla. Lilik menuturkan perlu ada pertimbangan terkait alih fungsi lahan untuk kebun sawit.
"Kunci mengatasi karhutla ada di pencegahan. Harus ada rumus pencegahan, apalagi jikalau lalu hutan harus berganti lahan sawit. Harus ada prediksi apakah sawit akan jadi komoditas terus atau dapat diganti dimanfaatkan untuk lainnya?" tutur Lilik.
Simak video Polisi Republik Indonesia Akan Panggil Bupati Pelalawan Terkait Kasus Karhutla:
Sumber detik.com
Belum ada Komentar untuk "Klhk: 85 Persen Karhutla Terjadi Di Perkebunan"
Posting Komentar