Akui Bertemu Kotjo, Airlangga Bantah Minta Eni Kawal Pltu Riau-1

Akui Bertemu Kotjo, Airlangga Bantah Minta Eni Kawal PLTU Riau-1Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)

Jakarta -Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengaku tidak pernah sama sekali terlibat dalam pusaran suap proyek PLTU Riau-1. Namun Airlangga tidak menampik pernah bertemu salah satu tersangka masalah itu.

"Saya tidak pernah sekali pun terlibat proyek PLTU Riau-1," ucap Airlangga dalam konferensi pers di DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Rabu (26/9/2018).




Salah satu tersangka masalah itu, Eni Maulani Saragih, yang merupakan kader Partai Golkar mengaku diperintah untuk mengawal proyek itu. Dia menempati posisi Wakil Ketua Komisi VII dewan perwakilan rakyat dengan tujuan 'pengawalan' proyek. Namun hal itu ditepis Airlangga.

"Saya tidak pernah memerintahkan atau meminta kader-kader Partai Golkar atau siapapun untuk mencari dana yang tidak benar atau melanggar hukum, untuk kepentingan ataupun acara Partai Golkar," ucap Airlangga.

"Rotasi kepemimpinan fraksi di dewan perwakilan rakyat terjadi secara rutin. Rotasi ini juga terjadi di hampir seluruh komisi dan alat kelengkapan dewan lainnya termasuk di Komisi VII di mana saudari Eni Saragih terpilih menjadi wakil ketua. Setelah saya menjadi Ketua Umum Partai Golkar, pertimbangan bagi posisi di semua komisi ini semata-mata dilakukan berdasarkan unsur meritokratis dengan mempertimbangkan pula keterwakilan gender," imbuh Airlangga.




Airlangga lalu menceritakan wacana pertemuannya dengan tersangka lain dari masalah itu, Idrus Marham. Saat itu, berdasarkan Airlangga, Idrus gres dilantik menjadi Menteri Sosial (Mensos). Pada waktu itu pula, Airlangga bertemu tersangka lainnya adalah Johannes B Kotjo.

"Beberapa hari sehabis saudara Idrus Marham dilantik menjadi Menteri Sosial pada 17 Januari 2018, dia tiba bersilaturahmi ke rumah saya, namun tanpa sepengetahuan atau persetujuan saya sebelumnya saudara ldrus Marham ternyata ditemani oleh saudara Johannes Kotjo dan saudari Eni Saragih," ucap Airlangga.

"Dalam pertemuan tersebut, pembicaraan kami tidak keluar dari kepantasan pembicaraan antara pimpinan partai (saya) dan fungsionaris partai lainnya (saudara Melchias Mekeng, saudara Idrus Marham, dan saudari Eni Saragih). Tidak ada pembicaraan bisnis, proyek, ataupun saham perusahaan apapun," imbuh Airlangga yang sekaligus menjawab mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung yang memintanya untuk memperlihatkan klarifikasi.




Perkara ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Eni ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga mendapatkan suap dari Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd. Perusahaan itu merupakan salah satu perusahaan di konsorsium proyek PLTU Riau-1.

Dalam perkembangannya, KPK juga memutuskan Idrus sebagai tersangka. Dia diduga mendapatkan kesepakatan yang sama dengan Eni, yakni USD 1,5 juta dari Kotjo, kalau proyek PLTU Riau-1 jadi dikerjakan perusahaan Kotjo.


Simak Juga 'Rumah Dirut PLN Digeledah KPK Terkait Kasus PLTU Riau-1':

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com

Belum ada Komentar untuk "Akui Bertemu Kotjo, Airlangga Bantah Minta Eni Kawal Pltu Riau-1"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel