Panen Telat Datang, Harga Cabe Naik Jadi Rp 58 Ribu/Kg
Foto: Antara FotoJakarta - Harga komoditas cabe di Kota Bandung mengalami kenaikan. Hal itu disebabkan adanya keterlambatan masa panen yang mengakibatkan pasokan cabe ke Kota Bandung berkurang.
"Musim panen cabe tidak satu kali. Panen yang kini kurang cerdik nanam, pasokan ke Bandung kurang. Terjadi kenaikan harga cabe merah," kata Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dispangtan Kota Bandung Usep Awaludin, di Balai Kota Bandung, Selasa (8/10/2019).
Dia mengungkapkan, ketika ini harga cabe merah besar paling tinggi sekitar Rp 48 ribu per kilogram dan paling rendah Rp 40 ribu per kilogram. Kemudian cabe merah keriting Rp 48 ribu per kilogram dan terendah Rp 31 ribu per kilogram.
Sementara cabe rawit merah Rp 58 ribu per kilogram dan terendah Rp 41 ribu per kilogram. Sementara cabe rawit hijau harga tertinggi Rp 40 ribu per kilogram dan terendah Rp 36 ribu. "Kalau mengacu Permendag harga tertinggi Rp 28 ribu hingga Rp29 ribu per kilogram," ucapnya.
Dia menambahkan, pada Januari 2020 harga komoditas beras diprediksi akan mengalami kenaikan. Namun pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bulog dan menjamin stok beras hingga Juni 2020 aman.
"Ketersediaan pangan masih mencukupi. Harga relatif stabil, kita masih aman. Cadangan beras ada 80 ton per tahun," katanya.
Simak Video "Harga Melambung, Konsumen Pilih Beli Cabai Tanpa Biji"
[Gambas:Video 20detik]
Sumber detik.com
Belum ada Komentar untuk "Panen Telat Datang, Harga Cabe Naik Jadi Rp 58 Ribu/Kg"
Posting Komentar