Tarif Tol Dalkot Sampai Jagorawi Naik, Jasa Marga: Sudah Sewajarnya

Foto: Dok. Mizwar AjiFoto: Dok. Mizwar Aji

Jakarta - Jasa Marga memastikan akan ada lima ruas tol lagi yang mengalami adaptasi tarif sampai simpulan 2019 mendatang. Kelima ruas tersebut di antaranya tol dalam kota, Jagorawi, Belmera, Surabaya-Gempol, dan Palikanci.

Tol dalam kota Jakarta dan Jagorawi sendiri menjadi perhatian karena sering macet. Namun adaptasi tarif sendiri tak terhindarkan mengingat diatur dalam perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) yang sudah ditandatangani dan diatur dalam undang-undang (UU) jalan.

Jasa Marga sebagai tubuh perjuangan jalan tol (BUJT) mempunyai hak untuk mengajukan adaptasi setiap dua tahun sekali. Dalam PPJT, tubuh perjuangan diberikan konsesi pengusahaan jalan tol dalam jangka waktu tertentu untuk memenuhi pengembalian dana investasi dan laba yang masuk akal bagi perjuangan jalan tol.

"Proses adaptasi tarif tol bekerjsama proses yang sudah sewajarnya dilaksanakan. Karena memang ada aturannya di undang-undang dan ada di PPJT. Makara bukan sesuatu yang luar biasa," kata Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru dikala ditemui di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Selasa (4/11/2019).


Heru menjelaskan, dengan hukum tersebut maka sudah sewajarnya setiap tahun bakal ada ruas tol yang mengalami adaptasi (naik/turun tarif). Terlebih dengan pembangunan jalan tol di Indonesia yang semakin masif.

"Kami harap adaptasi tarif ini tetap harus dijaga bagi BUJT. Bagaimana mengembalikan investasi dan menjaga iklim investasi jalan tol di Indonesia tetap kondusif," katanya.

Penyesuaian tarif diatur dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 wacana Jalan. Pengguna jalan tol dikenakan kewajiban membayar tarif yang ditetapkan untuk pengembalian investasi, pemeliharaan, dan pengembangan jalan tol.

Kepastian tarif tol menjadi salah satu faktor penentu bagi kelayakan perjuangan dan keberhasilan proyek Kerjasama Pemerintah dengan Swasta (KPS) dalam rangka mempercepat perwujudan jaringan jalan bebas kendala sebagai bab dari jaringan jalan nasional.


Adapun tarif tol akan dihitung menurut tiga hal, ialah kemampuan bayar pengguna jalan, besar laba biaya operasi kendaraan (BKBOK) dan kelayakan investasi. Hal ini tertera di Pasal 48 ayat (1) Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 wacana Jalan.

Evaluasi dan adaptasi tarif tol akan dilakukan setiap dua tahun sekali oleh BPJT menurut tarif usang yang diubahsuaikan dengan efek inflasi sesuai dengan formula, tarif usang dikali 1 ditambah inflasi selama dua tahun terakhir.

Formula ini juga sudah diatur dalam Pasal 48 ayat (3) Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 wacana Jalan dan Pasal 68 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 wacana JalanTol.

Adapun pemberlakuan tarif tol awal dan adaptasi tarif tol akan ditetapkan oleh Menteri PUPR, sesuai Pasal 48 ayat (4) Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 wacana Jalan dan Pasal 68 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 wacana Jalan Tol.




Simak Video "Pengembalian Investasi, Tarif Tol Naik Akhir 2019"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

Belum ada Komentar untuk "Tarif Tol Dalkot Sampai Jagorawi Naik, Jasa Marga: Sudah Sewajarnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel