Bosan Di Barak
Biasanya dalam dilema ini, konflik dan perseteruan yang menahun itu akan final sesudah para petinggi mereka turun eksklusif dan mendamaikan. Untuk mencegah bentrok tidak meluas ke tempat lain, biasanya abdnegara Tentara Nasional Indonesia dan Polisi di tempat lain menggelar program bareng, ibarat lomba lari, lomba gedong, dan joged bersama. Tujuan program itu dilakukan biar kecurigaan dan ketegangan mereka hilang, berganti dengan suasana keakraban.
Faktor klasik dalam bentrok, biasanya diungkapkan oleh para petinggi mereka dengan dalih adanya kesenjangan sosial, salah paham, dan jiwa muda. Bila itu diyakini sebagai pemicu masalah, mengapai tidak diselesaikan secara tuntas. Kesenjangan ekonomi, yaitu dilema yang tidak hanya dialami oleh Tentara Nasional Indonesia dan Polisi namun juga oleh rakyat. Dengan demikian bentrokan antarkedua institusi akan terjadi lagi alasannya dilema itu belum terentaskan.
Dalam kondisi tenang tentu membuat abdnegara kita lebih banyak di barak. Meski di barak ada latihan rutin dan tetap menjaga disiplin. Bila hal demikian terjadi sepanjang tahun, hal ini dapat membuat mereka mengalami kejenuhan. Dari kejenuhan inilah membuat mereka mengalami tekanan
psikologis yang membuat mereka dapat jadi mencari pelampiasan. Tentu pelampiasan orang biasa dengan orang yang dibuat untuk melaksanakan kekerasan bahkan pembunuhan, beda caranya.
Untuk mengatasi yang demikian, kebosanan dan kejenuhan akhir tidak berfungsinya mereka pada kiprah sesungguhnya, seharusnya pemerintah membuat 'mandala' kepada mereka. Mandala bagi abdnegara bersenjata tentu lebih menarik dan menantang daripada tinggal di barak. Mandala itu tidak hanya untuk melepaskan emosi mereka namun juga untuk membentuk keprofesionalan dan ketangguhan.
Kalau kita cermati di Masa Orde Baru atau Orde Lama, kesenjangan di masyarakat sangat menganga namun bentrok antara Tentara Nasional Indonesia dan Polisi tidak terjadi. Faktornya bukan lantaran mereka masih di bawah satu payung, ABRI, namun lantaran ada mandala-mandala yang membuat mereka melepaskan emosi. Operasi Trikora, Operasi Dwikora, Operasi Seroja di Timor Timur, dan operasi-operasi lainnya melibatkan Tentara Nasional Indonesia dan Polisi sehingga mandala itu dapat menyalurkan emosi mereka dalam kiprah dan fungsi yang sebenarnya. Aparat di tingkat lapangan tidak di barak saja selama masa-masa itu.
Bentrokan antara tentara dan polisi tidak terjadi di Amerika Serikat, meski di sana marak geng bersenjata dan bisnis gelap, lantaran di negara itu pemerintahan secara aktif membentuk mandala-mandala di aneka macam pecahan dunia. Tentaranya dikirim tidak hanya di Timur Tengah namun juga ke perbatasan-perbatasan wilayah konflik yang secara eksklusif atau tidak eksklusif melibatkan kepentingan Amerika Serikat.
Dengan mengirimkan mereka ke aneka macam pecahan dunia membuat tentara Amerika tidak mengalami kejenuhan dan kebosanan di barak. Mengirimkan mereka ke mandala sangat menguntungkan bagi institusi militer Amerika, tentara mereka menjadi terlatih, profesional, dan disegani oleh negara lain.
Hal demikianlah yang seharusnya dipikirkan oleh pemerintah kita untuk membuat mandala bagi abdnegara bersenjata. Dengan membuat mandala bagi mereka akan mencegah mereka membuat mandala sendiri. Dengan adanya kesibukan di medan kiprah yang sesungguhnya, perang, akan melupakan mereka dengan hal-hal di luar kiprah resmi, ibarat terlibat dalam backing-backing urusan bisnis dan hiburan.
Keinginan untuk membuat mandala bagi mereka, dapat jadi akan terhambat oleh kebijakan pemerintah yang selama ini mengedepankan diplomasi dalam urusan luar megeri dan tidak bersikap bergairah dalam dilema pertahanan. Bila demikian, dilema bentrok antar dua institusi itu akan terus terjadi. Lihat saja yang di Batam, meski mereka sudah didamaikan namun mereka melaksanakan hal yang sama. Kita tidak tahu, apakah memang Batam dijadikan ‘mandala’ buat mereka.
*) Ardi Winangun, pengamat politik, pernah bekerja di Civil-Militery Relations Studies. Tinggal di Matraman, Jakarta.
Tulisan ini yaitu kiriman dari pembaca detik, isi dari goresan pena di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat goresan pena kau sendiri? Klik di sini sekarang!
Sumber detik.com
Belum ada Komentar untuk "Bosan Di Barak"
Posting Komentar