Edison Berkilah Tak Tahu Duit Pinjamannya Rp 1,5 M Dipakai Untuk Suap Annas

Jakarta -Direktur Utama PT Citra Hokiana Triutama, Edison Marudut Siahaan, mengaku meminjamkan duit Rp 1,5 miliar ke pengusaha sawit Gulat Medali Emas Manurung. Namun Edison berkilah, tak tahu menahu duit yang dipinjamkan dipakai untuk menyuap Gubernur Riau Annas Maamun.

"Beliau minta tolong, meminjam uang sama saya," kata Edison bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Senin (29/12/2014).

Permintaan ini disampaikan Gulat pada 22 September 2014. Sehari kemudian, Edison meminta sekretarisnya, Yulia Rotua Siahaan untuk mempersiapkan manajemen kas keluar dari perusahaannya.

Sebelum duit diambil di Bank Mandiri pada 23 September 2014, Gulat menghubungi dirinya meminta biar duit yang disediakan ditukarkan ke mata uang US Dollar sehingga jumlahnya menjadi USD 125 ribu. Setelah seruan Gulat dipenuhi, Edison menyerahkannya di Pekanbaru.

Pada 24 September 2014, Edison yang tengah berada di Jakarta dihubungi Gulat. Di Jakarta, Edison mengaku mengikuti pekan raya alat berat di daerah Taman Mini, Jaktim. "Tanggal 25 saya ditelepon, Beliau mohon bantuan," sambung Edison.

Saat itu Gulat meminta Edison menukarkan duit US Dollar yang totalnya 166,100 untuk ditukarkan ke Dollar Singapura (SGD). Duit lalu ditukarkan Edison bersama Gulat di PT Ayu Massagung Money Changer, Jl Kwitang, Jakpus.

"Mungkin dapat jadi uang saya, dapat jadi tidak," jawab Edison ditanya soal kepemilikan duit yang ditukarkan.

Tetty Indrayati, teller money changer yang juga menjadi saksi membenarkan kedatangan Edison dan Gulat. Duit USD 166,100 ditukarkan menjadi SGD 156 ribu dan Rp 500 juta. "Permintaan Edison, butuh cash Rp 500 juta," sebut Tetty.

Soal peminjaman duit ini, Edison membantah ada hubungannya dengan bisnis yang digeluti dirinya. Edison memang juga mempunyai perjuangan kebun sawit di Duri dan Rumbai, Riau.

Edison menampik pinjaman duit yang diberikan ke Gulat terkait dengan bisnisnya termasuk rencana lelang sejumlah proyek di Pemprov Riau. "Tidak Pak, alasannya surat sudah ada," akunya.

Dia juga mengaku tidak pernah mendengar dongeng dari Gulat soal adanya seruan duit oleh Annas Maamun. "Nggak pernah," katanya.

Gulat Manurung didakwa menyuap Gubernur Riau Annas Maamun sebesar USD 166,100 atau setara Rp 2 miliar. Duit ini diberikan alasannya Annas Maamun memasukkan areal kebun sawit Gulat Manurung Cs di Kabupaten Kuantan Singingi seluas 1.188 hektar dan Bagan Sinembah di Kabupaten Rokan Hilir seluas 1.214 Ha ke dalam surat revisi anjuran perubahan luas bukan daerah hutan di Provinsi Riau.

Jaksa menyebut duit suap yang diberikan ke Annas diperoleh Gulat dari Edison Marudut Marsadauli sebesar USD 125 ribu atau setara 1,5 miliar. Sedangkan sisanya USD 41,100 atau setara Rp 500 juta merupakan uang milik Gulat.

Duit yang sudah ditukarkan ke mata uang SGD ini diantar ke rumah Annas Maamun di Perumahan Citra Gran Blok RC3 Nomor 2 Cibubur Jabar pada 25 September 2014. Setelah penyerahan, petugas KPK melaksanakan penangkapan.



Sumber detik.com

Belum ada Komentar untuk "Edison Berkilah Tak Tahu Duit Pinjamannya Rp 1,5 M Dipakai Untuk Suap Annas"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel