Kebakaran Lahan, Pt Ikpp: Jikalau Kami Bakar Lahan Berarti Bunuh Diri
Foto: Dok BMKG PekanbaruPekanbaru -Setiap Riau dilanda kebakaran hutan dan lahan, maka selalu ada muncul gosip negatif pemilik konsesi hutan tanaman idustri ikut terlibat. Padahal, satu sisi perusahaan industri kertas membutuhkan materi baku kayu.
PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) milik Sinar Mas Grup berada di Kecsamatan Perawang, Kabupaten Siak. Perusahaan ini juga termasuk yang kalang kabut turut memadamkan kebakaran lahan. Selaku pemilik konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) yang ditanami pohon aksia itu tak mau lahannya turut terbakar.
"Jika pun ada tudingan bahwa Sinar Mas dalam menjalankan perjuangan HTI-nya membakar, tudingan ini semua tidak benar dan tidak punya dasar dan tidak logika," kata Humas PT IKPP, Nurul Huda, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (9/9/2015).
"Begitu juga bagi kami. Membakar lahan sama saja perbuatan bunuh diri. Kalau HTI yang ditanam kemudian dibakar, lantas materi baku produksi bubur kertas kami pakai apa?," kata Nurul.
Nurul menyebutkan, selaku perusahaan bergerak bidang HTI, tentulah sangat membutuhkan materi baku kayu. " Jika pun dituding lagi memperabukan itu untuk pencucian lahan, bagi kami justru merugikan jikalau membakar," kata Nurul.
Sejak tahun 1997 pihak perusahaan telah menerapkan kebijakan no burn policy (kebijakan tanpa bakar). Perusahaan HTI mempunyai sistem kerja pohon aksia di areal HTI duar panennya setiap 5 tahun sekali.
Hasil panen HTI di Indonesia, terang Nurul sangat berbeda dengan HTI yang ada di Eropa. Pohon kayu sebagai materi baku di Eropa gres dapat dipanen sehabis 16 tahun. Ini lantaran Eropa bukan tempat tropis. Itu artinya, sekali panen pohon kayu untuk dindustri kertas di Eropa sudah tiga kali panen di Indonesia.
"Namun dunia internasional selalu membawa gosip kebakaran hutan ini yang tujuannya hanya persaingan bisnis. Ini kenapa selalu saja muncul gosip negatif terhadap kita," kata Nurul.
Dalam janji membantu pemerintah dalam penanggulangan peristiwa asap, PT IKPP telah menerjunkan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang mencapai 800 orang lebih. Anggota MPA tersebut disebar ke sejumlah kabupaten untuk membantu penanggulangan peristiwa kebakaran lahan dan hutan.
Selama kabut asap, perusahaan ini juga berada di Posko Siaga Darurat di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Seluruh anggota MPA dikoordinasi ke Satgas untuk dapat ditempatkan sesuai kebutuhan dalam pemadaman jalur darat. Tak hanya anggota MPA, perusahaan ini juga menyumbang helikopternya untuk ikut melaksanakan water bombing.
"Tapi kebakaran ketika ini, heli kita diperbantukan untuk melaksanakan pemadaman di Jambi. Sudah sebulan heli kita ada di sana," kata Nurul.
Selasa (8/9) kemarin, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia sebagian besar lantaran ulah manusia. Mereka sengaja memperabukan lahan untuk kepentingan korporasi atau kepentingan pribadi. Sementara Menteri LH Sitti Nurbaya menjelaskan kebakaran lahan disebabkan ulah perusahaan dan masyarakat.
Sumber detik.com
Belum ada Komentar untuk "Kebakaran Lahan, Pt Ikpp: Jikalau Kami Bakar Lahan Berarti Bunuh Diri"
Posting Komentar