Pelaku Yang Tembak Cowok Di Pekanbaru Tidak Alami Gangguan Jiwa
Kapolda Riau Brigjen Zulkarnain bersama Kapolresta Pekanbaru Komisaris Besar Susanto (Chaidir/detikcom)Pekanbaru -Pecatan polisi, Satriandi (29), dalam masalah narkoba pernah divonis bebas sebab ada keterangan yang menyatakan ia mengalami sakit jiwa. Kapolda Riau Brigjen Irjen Zulkarnain memastikan, untuk masalah ini, Satriandi tidak mengalami gangguan jiwa.
"Pelaku penembakan terhadap korban Jodi yaitu pecatan polisi dalam masalah narkoba. Dulu dinyatakan gila, makanya (divonis) bebas. Tapi yang terperinci ia (Satriandi) tidak gila," kata Zulkarnain di Mapolresta Pekanbaru, Jl A Yani, Pekanbaru, Senin (9/1/2017).
Kapolda Riau tiba ke Mapolresta Pekanbaru untuk menawarkan apresiasi kepada Kapolres Pekanbaru Komisaris Besar Susanto dan jajaranya yang berhasil menangkap Satriandi, pelaku penembakan tersebut.
Zulkarnain menjelaskan pecatan Polisi Republik Indonesia ini pada 2015 pernah ditangkap dalam masalah narkoba. Pelaku sempat lompat dari lantai 8 Hotel Aryaduta.
"Waktu itu memang ada hasil observasi yang menyatakan ia abnormal sebab melompat dari lantai delapan, kini kita akan periksa lagi psikologisnya. Dia kita pastikan tidak gila," kata Zulkarnain.
Menurut Zulkarnain, pihaknya akan kembali mengusut psikologis Satriandi. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan ada keterangan sakit jiwa.
"Jadi nanti bila hasil investigasi psikologinya, dengan demikian maka kasusnya dapat maju. Dan kemungkinan akan ditersangkakan dalam masalah pembunuhan berencana," kata Zulkarnain.
Sebab, kata Zulkarnain, dalam masalah penembakan terhadap Jodi Setiawan (21), tersangka dipastikan sudah melaksanakan perencanaan.
"Kan tidak tiba-tiba ia menembak korbannya. Pasti awalnya membeli senjata rakitan, terus berencana untuk membunuh korbannya," kata Zulkarnain.
Terkait dengan dugaan persaingan bisnis narkoba, Zulkarnain tidak menampik kemungkinan itu. Hanya, pihaknya masih mendalami masalah tersebut.
"Ya dapat saja begitu (bisnis narkoba). Bisa jadi korban mungkin tidak setor hasil jualan narkobanya, atau kemungkinan lain. Intinya, masih kita dalami," kata Zulkarnain.
Kasus pembunuhan ini terjadi pada Sabtu (7/1) sekitar pukul 23.00 WIB. Korban Jodi ditemukan tewas di depan rumah warga di Jl Hasanudin. Pemilik rumah keluar dan melihat korban sudah bersimbah darah. Saksi mata sempat melihat ada kendaraan beroda empat berwarna hitam yang kabur.
Belakangan terungkap, pembunuhnya yaitu Satriandi, pecatan polisi yang pernah bertugas di Polres Rohul. Tersangka ditangkap di Padang Panjang, Sumatera Barat. Barang bukti yang disita yaitu satu pucuk pistol rakitan dengan enam butir peluru serta narkoba. Satriandi kini dalam proses pemulangan dari Padang Panjang menuju Pekanbaru.
Sumber detik.com
Belum ada Komentar untuk "Pelaku Yang Tembak Cowok Di Pekanbaru Tidak Alami Gangguan Jiwa"
Posting Komentar