Catatan Ekonomi Jatim Jelang Berakhirnya Duet Soekarwo-Gus Ipul
Soekarwo-Saifullah Yusuf (Foto: istimewa)Surabaya -Duet kepemimpinan di Jawa Timur, Gubernur Soekarwo dan Wakil Gubernur Saifullah Yusuf (KarSa) mendekati masa final tugasnya. Selama dua periode menjabat, mereka mencatatkan pertumbuhan ekonomi lebih anggun dan tahan banting terhadap imbas perekonomian secara global.
"Saya tidak adil jikalau menyebutkan catatan perekonomian hanya di final tahun 2017. Saya melihat dari awal pasangan Pakde Karwo dan Gus Ipul (Gubernur dan Wagub Jatim) hingga menjelang final dua periodenya ini, mempunyai catatan prestasi bahwa perekonomian Jawa Timur anggun dan terbaik kedua sehabis DKI Jakarta," kata Wasiaturahma, Pengamat Ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jumat (29/12/2017).
Ia menerangkan, dari semua sektor menyerupai primer, sekunder dan tertier, Jawa Timur mempunyai kemajuan di bidang perdagangan, manufacturing, pertanian, dan perkebunan.
"Wajar memang kita punya tempat kabupaten dan kota terbanyak dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia," tuturnya.
Staf pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair ini mengatakan, selama dua periode Pakde Karwo-Gus Ipul memimpin Jawa Timur, mempunyai track record yang luar biasa positif. Berbagai terobosan yang dilakukan Pakde Karwo dengan Gus Ipul membawa Jatim unggul dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia.
"Jatim mempunyai Pertumbuhan Ekonomi tertinggi kedua sehabis DKI dan kinerja perekonomiannya secara rata-rata selalu di atas Nasional dari tahun ke tahun, tentunya ini patut kita apresiasi," terangnya.
Dalam perspektif ekonomi, contohnya semua stakeholder paham bahwa Jatim merupakan backbone perekonomian nasional.
"Hanya Jatim dan DKI Jakarta yang mempunyai tingkat PDRB lebih dari Rp 1000 triliun per tahun, itulah kehebatan duet Pak De Karwo dengan Gus Ipul," tuturnya.
Ia menerangkan, rata-rata dari 2010-2016 donasi paling tinggi ialah sektor industri manufaktur. Secara keseluruhan semua sektor bertumbuh positif. Di sektor ekonomi manufaktur, posisi Jatim juga tak dapat dipandang sebelah mata. Potensi sumber daya alam yang dimiliki Jatim sangat luar biasa contohnya menyerupai minyak.
"Sekitar 25 hingga 30 persen lifting minyak nasional disumbang Jatim. Dan Jawa Timur menempati urutan kedua sehabis Riau. Kita dapat membuktikan bahwa hal ini tidak gampang dicapai oleh pemimpin-pemimpin sebelum duet Pakde dan Gus Ipul," jelasnya.
Tak hanya lifting minyak yang berkontribusi secara nasional. Di sektor pertembakauan dan industri hasil tembakau (IHT), sumbangsih Jatim kepada kas Negara dari cukai rokok, sangat besar.
"Dari penerimaan cukai rokok sekitar Rp 139.5 triliun ditahun 2015 lalu, sekitar 65%-70% berasal dari pabrikan rokok besar, menengah, kecil, dan mikro yang beroperasi di Jatim," katanya.
Tingkat Pengangguran terbuka di Jatim sepanjang periode 2010-Feb 2017 dibawah TPT Nasional. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jatim sepanjang periode 2010-Feb 2017 mempunyai tren penurunan.
TPT Jatim semenjak Tahun 2015 hingga Februari 2017 terus mengalami penurunan. Dari 4,47 persen turun menjadi 4,21 persen. Sedangkan di Tahun 2017 yakni 4,10 persen. Sedangkan TPT Indonesia dalam periode sama yakni, 2015 sekitar 6,18 persen. Tahun 2016 sekitar 5,61 persen dan Februari 2017 sekitar 5,33 persen.
"Ini membuktikan bahwa terjaganya iklim investasi Jatim yang berdampak pada ekspansi kesempatan kerja sangat positif. Masyarakat kita juga masyarakat yang paling aman dan tidak ada gejolak yang berarti. Kharismatik Pakde Karwo dan Gus Ipul ke masyarakat cukup kental, dan membawa nafas yang cukup aman di Jawa Timur," jelasnya.
Di bidang perkoperasian, duet Pakde Karwo dan Gus Ipul juga dapat menyebarkan Koperasi Wanita (kopwan) di Jawa Timur menyerupai di tempat Tubam, Mojokerto, Gresik, Probolinggo dan tempat di Pulau Madura.
"Tahun 2015, ada 3500 koperasi wanita, dan kini sudah berjalan dan berhasil. Itu ada yang omsetnya hingga milliaran rupiah. Sehingga mempunyai multiplayer effect pada perekonomian masyarakat sekitarnya, khususnya bagi perempuan," terangnya.
Sumber detik.com
Belum ada Komentar untuk "Catatan Ekonomi Jatim Jelang Berakhirnya Duet Soekarwo-Gus Ipul"
Posting Komentar