Senangnya Warga Perbatasan Krayan, Sebentar Lagi Punya Saluran Jalan

Foto: detikcomFoto: detikcom

Krayan - Krayan ialah nama wilayah di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Semula, Krayan ialah sebuah kecamatan. Namun dipugar lagi menjadi lima penggalan yang dibawahi oleh satu kecamatan induk berjulukan Krayan Induk.

"Di bawah Krayan Induk ada 5 kecamatan lagi dengan jumlah penduduk 19.008 jiwa yang tersebar di 89 desa," kata Camat Krayan Induk Helmi Pudaaslikar ketika ditemui tim detikcom beberapa waktu lalu.

Wilayah Krayan dikelilingi oleh hutan khas Kalimantan yang masih lebat nan hijau. Tempat tinggal suku Dayak Lundayeh ini berbatasan pribadi dengan Malaysia tepatnya di Desa Long Midang.

Mendatangi Krayan tidak semudah yang dibayangkan. Selain alasannya ialah satu-satunya susukan ialah melalui jalur udara, hanya pesawat jenis vilatus dan caravan saja yang gres sanggup mendarat di Bandara Yuvai Semaring, Krayan.


Helmi menuturkan bersamaan dengan Program Nawacita yang diusung Presiden Joko Widodo pada periode pertama yakni membangun dari pinggiran, Krayan sudah mulai bergerak ke arah perubahan.

Salah satunya ialah pengerjaan susukan jalan yang sanggup ditembus melalui Kabupaten Malinau.

"Satu-satunya susukan jalan itu lewat Malinau, bahwasanya jalan sudah tembus tetapi belum sanggup difungsikan untuk kendaraan-kendaraan masyarakat alasannya ialah masih ekstrem dan terjal," kata Helmi.

Pembangunan Akses Jalan di Perbatasan RI-Malaysia, Krayan Foto: Pradita Utama/detikcom


Jalan yang sedang dibangun oleh Kementerian PUPR itu dikerjakan dari Malinau. Rencananya akan tembus sampai garis perbatasan Long Midang dengan panjang kurang lebih 221 kilometer jaraknya.

Ruas jalan yang akan menjadi susukan darat menuju wilayah Indonesia pertama di Krayan ini akan dibangun dua titik. Titik pertama dari Malinau dan titik kedua dari perbatasan menuju Krayan. Keduanya dibangun secara bersamaan.

"Targetnya 2020 sudah fungsional, posisinya mobilisasi material pembangunan jalan nasional lewat situ," terangnya.

Helmi bercerita, pada 2016 kemudian ia hendak mengirim ambulance tunjangan dari pemerintah sentra melalui Malinau. Saat itu, ia harus memakai tunjangan alat berat untuk sanggup mengangkutnya. Waktu tempuhnya pun tiga minggu.

"Saya mobilisasi (ambulance) dari Malinau lewat jalur darat dibantu alat-alat berat tiga unit dan tiga ahad gres masuk dan tembus di Binuan Krayan Tengah," jelasnya.

Beberapa pekerja di Bandara Yuvai Semaring Long Bawan KrayanBeberapa pekerja di Bandara Yuvai Semaring Long Bawan Krayan Foto: Pradita Utama/detikcom


Selain jalan, pemerintah sentra juga melaksanakan revitalisasi Bandara Yuvai Semaring yang berada di ibu kota kecamatan Krayan yakni Long Bawan. Sedianya, revitalisasi bandara sudah sanggup selesai dan beroperasi pada Februari 2020.

Dengan begitu, diperlukan sanggup menjadi katalis untuk datangnya para wisatawan ke Krayan. Sebab selama ini, turis biasanya tiba melalui Malaysia.

Pengerjaan fisik susukan jalan yang sudah dimulai semenjak 2018 kemudian ini memberi berkah tersendiri buat para warga. Martin Palung (73) mengaku senang. Di usianya yang sudah kepala tujuh itu, Martin merasa terjadi perubahan yang sangat berarti di desanya.

"Saya bahagia pemerintah risikonya berdiri jalan raya, berdiri tiang listrik. Berarti aktivitas membangun dari pinggiran itu benar dilakukan Pak Jokowi," ungkapnya.

Sementara Nosnaima (43) mengaku akan membuatkan perjuangan home stay di Long Midang yang berbatasan pribadi dengan patok perbatasan. Apalagi dalam waktu bersahabat juga, ada rencana pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Long Midang.


"Dulu pernah punya home stay, tapi dua tahun terakhir ini sepi wisatawan yang datang, saya juga ndak tahu kenapa. Kalau jalan sudah dibuka dan mau dibangun PLBN saya yakin akan tiba lagi wisatawan," ujarnya.

Sejalan dengan optimisme warga, Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus menyampaikan pemerintah tempat memang tengah memaksimalkan potensi pariwisata di Nunukan. Khusu untuk Krayan, fokusnya akan dijadikan sebagai wisata ecotourism.

"Kalau sudah gampang aksesibilitasnya Krayan akan masuk ke eco tourism. Begitu juga soal etnis. Sebab di Nunukan ini multi etnis, ini potensi yang sanggup kita jual," kata Serfianus dalam kesempatan terpisah.

Ia juga optimis dengan dibangunnya PLBN, selain akan meningkatkan pengamanan hadirnya PLBN juga sanggup meningkatkan potensi ekonomi pariwisata di Kabupaten Nunukan.

"Kami ingin (program) ini dilanjutkan, kami mendengar statement Pak Jokowi dalam RPJMN 2020-2024 masih akan fokus di bidang infrastruktur. Ini penting sekali duduk perkara konektivitas. Menekan inflasi, distribusi barang lebih gampang pelayanan pemerintah juga lebih mudah," pungkasnya.

detikcom bersama PLN mengadakan aktivitas Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur listrik, perekonomian, pendidikan, pertahanan dan keamanan, sampai budaya serta pariwisata di beberapa wilayah terdepan.

Ikuti terus informasi wacana ekspedisi di pulau-pulau terdepan Indonesia di tapalbatas.detik.com!

Simak Video "Sepenggal Kisah Anak Bangsa, Terpisah dari Keluarga Demi Tuntut Ilmu"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

Belum ada Komentar untuk "Senangnya Warga Perbatasan Krayan, Sebentar Lagi Punya Saluran Jalan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel